Sabtu, 26 November 2011

Bagian dari "Bumi Manusia"

hampir setahun ninggal blog ini, sampai karatan semua keyboardnya

dalam setahun terakhir masih disibukkan dengan membaca buku, mungkin dalam benak beberapa manusia ini buku yang tidak terlalu penting, tapi menurut saya ini cocok buat anak muda yang lagi galau,hehe... bukunya adalah tetralogi pulau buru (Bumi Manusia. Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca) karang Alm. Pramoedya Ananta Toer yang merupakan terbitan ke 9, diterbitkan oleh Hasta Mitra

Sampai hari ini pun belum kelar juga membaca buku ini, tapi paling tidak saya beranikan ambil beberapa nilai kehidupan dalam buku ini, dimulai dari buku berjudul Bumi Manusia, tokoh utamanya adalah Minke, mengambil latar akhir abad 19 menjelang abad 20, berbagai masalah yang timbul dilalui oleh tokoh utama, baik konflik dari dirinya sendiri (yang ingin memerdekakan dirinya sendiri) kemudian berbagai cobaan yang berasal dari lingkungan yang mengekangnya. Untuk membebaskan dirinya, Minke menulis apapun yang dia alami, sehingga begitu menarik perhatian orang orang waktu itu. Hanya karena sorang pribumi, Minke tidak disukai oleh lingkunganna di HBS dan adat jawa yang turun dari ayahnya juga membuat dirinya berontak.

Dalam perjalanannya, Minke berkenalan dengan Nyai Ontosoroh, seorang gundik (wanita simpanan pejabat belanda) yang mempunyai pandangan buruk dari masyarakat, namun Minke tak peduli dengan hal tersebut dan akhirnya Minke mendapat pembelajaran yang luar biasa sehingga membuat hidupnya berubah, dan tak lama menikah dengan Anneliesse, anak perempuan dari Nyai Ontosoroh dan Tuan Mellema.

Nah, sedikit pandangan buat kawan-kawan yang sedang ingin belajar lebih, berikut tadi adalah sedikit cuplikan agar kawan-kawan tak segan untuk membaca buku tersebut, dijamin mantap!

Menurut beberapa teman, " Kalo niat berbagi ilmu, kasih sedikit saja, biarkan hasrat penasaran mereka muncul, tapi jangan pelit-pelit" , hehehe...betul juga, buat kawan-kawan jangan pernah berhenti membaca..:D

Sekian dulu dari saya, maaf kalo masih banyak salah dalam cara menulis diatas :D

Bravo Arema, Forsa Rossoneri!!

Senin, 28 Februari 2011

Human Rights

sejenak terhenyak melihat berbagai warta, wow...begitu hebat media mengubah pemikiran berbagai manusia dengan segala pemberitaan seadanya, awalnya suka menjadi tak suka, awalnya biasa menjadi luar biasa... sesakti inikah media, warta, atau apalah namanya sehingga menghegemoni pemikiran banyak manusia, lalu dimanakah kebebasan manusia berfikir? hanya sekejapkah oleh warta yang belum tentu kebenarannya?? atau barangkali manusia itu sendiri yang bisa jadi bodoh, mudah saja terpengaruh olehnya??

baiklah, saya tak akan sanggup mengurainya, memang setiap manusia punya persepsi sendiri untuk apa yang dia lihat, dia pelajari, dia pahami dan dia yakini... manusia kecil ini tak akan berdaya melihat kepedihan yang media timbulkan, tanpa memungkiri bahwa manusia ini juga menggunakan media untuk berbagi tulisan ini... hah! begitu kompleks, tak akan terselesaikan, mirip dengan kentut bapak berseragam hijau.